Mobnas GEA Banyak Peminat, Hanya Tersedia di Koperasi

Rois Jajeli - detikOto

Surabaya - Mobil nasional GEA produksi PT INKA yang rencananya akan dilaunching di Jakarta pada akhir Oktober 2010, sudah banyak peminatnya. Sayang, saat ini cuma bisa dibeli di Koperasi.

Dalam dua hari, mobil yang dipamerkan di acara Pameran dan Seminar Produk Alat Transportasi di gedung Gramedia Expo di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, sudah ada 33 orang yang memesan.

"Ya lumayan bagus. Masyarakat sangat antusias dan ingin membeli GEA," ujar Ridwan tim GEA di lokasi pameran kepada detikOto, Jumat (1/10/2010).

Ridwan mengatakan, berdasarkan kebijakan perusahaan, mobil yang kapasitas penumpangnya 4 orang dan berbahan bakar Bio Fuel Engine (Premium dan LPG) seharga dibawah Rp 50 juta itu, tidak dijual retail atau perorangan.

"Banyak yang ingin langsung membeli dan ada yang ingin meminta kartu nama. Tapi tahap awal ini, penjualannya melalui koperasi. Usaha yang mempunyai koperasi bisa mengajukan, minimal pembeliannya 25 unit," tuturnya.

GEA diprediksi dapat menarik masyarakat, untuk memilikinya sebagai micro car 650 CC, yang ekonomis, lincah dan tangguh. Namun, hanya bisa dibeli di koperasi.

"Kenapa kita pilih koperasi, karena suplai spare partnya maupun layanan service bisa ke koperasi tersebut," tuturnya.

GEA adalah mobil micro car yang sistem pengeraknya, tipe intak : penggerak depan. Daya maksimum kapasitas : 20 kw/5300 rpm (650 CC). Suspensi depan maupun belakang dengan menggunakan Per keong dengan peredam kejut.

Transmisi mobil nasional ini tipenya manual dengan tingkat kecepatan 4 tingkat. Pengereman depan dengan menggunakan Disk Brake, sedangkan belakang rem tromol.

Dimensinya, mempunyai panjang 3.210 mm, lebar 1.430 mm, tinggi 1.705, jarak roda 1.984 mm, jarak tapak roda depan 1.277 mm dan jarak tapak roda belakang 1.267 mm. Kapasitas penumpang sebanyak 4 -5 orang dan kapasitas tangki sebanyak 30 liter, dengan perbandingan 1 : 25.
( roi / ddn ) 

12 komentar:

  1. ANtusiasme masyarakat pd GEA begitu TINGGI, tetapi disambut "dingin" oleh INKA, bahkan memperSULIT diri dan peminat GEA dgn persyaratan pembelian minimal 25 unit. Jelas INKA trkesan TIDAK SERIUS mau "jualan mobil murah" krn mnyalahi hukum pasar berupa Suplay and Demand dgn berdalih Koperasi segala. Beli mobil koq kayak beli Pupuk Bersubsidi saja via Koperasi. Ambiguitas INKA tentu bs dimaklumi, bila kita mnyadari bhw pasar mobil selama ini dikuasai mobil produsen negara kapitalis yg brkolusi dgn Pemerintahan Korup yg selama puluhan tahun lebih memanjakan para ATPM dgn mberi kebebasan meraup keuntungan lk. 300% ketimbang mbangun industri otomotif DN. Kehadiran GEA yg hny mncari untung maks 30% tentu mengusik kemapanan ATPM yg selama ini HAUS UNTUNG namun rajin mberi "upeti". GEA bru bisa brkembang dan mnguasai pasar apabila ada political-will Pemerintah utk melepaskan diri dari cengkraman imperialisme. Butuh 1 unit tapi HARUS beli 25 unit adalah "cara halus" imperialis untuk membunuh "antusiasme" para peminat Mobnas. "Aku Cinta Produk Indonesia" yg prnah dipropagandakan Pemerintah, hanyalah slogan kosong belaka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul tu mas bro....INKA cau jg tuch..ms hrs beli 25 unit.huuuuchhh

      Hapus
    2. iya betoooL kang ..

      Hapus
    3. emang nih negara di hancuurkan oleh bangsanya sendiri ...bikin gemees....paraahh..paraaahh

      Hapus
  2. saking cinta produk Indonesia, saya nunggu pembelian mobil.. tapi yaaahh harus melalui koperasi (min 25 unit lagi).. waktu beli produk, kan kita udah memikirkan dengan akibatnya (service dan suku cadang).. kenapa mobil luar, walau suku cadangnya di luar negri sono, bisa pesen via telpon... ini masih di Indonesia, qok di persulit..???

    BalasHapus
  3. Percuma berharap dan bermimpi atas karya bangsa sendiri, sedangkan hasrat untuk memiliki saja masih terganjal dengan fenomena akal pikiran dan alasan yang tidak realistis.

    apes.... apes.... dadi wong cilik

    orang yang motor roda tiga aja yang kurang jelas produksi darimana aja laku. bisa mbokmu...mbokmu (kata temanku)

    BalasHapus
  4. Malangnya Indonesiaku....

    BalasHapus
  5. semoga modelnya bagus, kualitas bagus, purnajual bagus..jgn setengah2
    so sukses n laku...
    "saya dukung mobnas"..
    perlu desain.... siapp (",)v

    BalasHapus
  6. pembelian harus melalui koprasi dan minimal 25 unit.....? berarti koprasinya harus besar..,kl koprasi beralih menyediakan mobil trus yang jualan kedelai,pupuk siapa....?trus nasip para petani gimana....?apa petani harus beli pupuk di kios-kios ter dekat...

    BalasHapus
  7. Ni mobil ada benaran gak ya, gak pernah keliatan di jalan. Sayang banget klo hanya besar di berita, nyaring gak terbukti. Ayoo kapan diproduksi massal ....?

    BalasHapus
  8. semoga segera terlaksana. amin

    BalasHapus